Salah Kaprah AROMATHERAPY

Beberapa waktu belakangan ini Aromatherapy memang sedang naik daun. Penggunaannya mulai dikenal luas dan semakin banyak dicintai. Entah karena Aromatherapy dinilai punya prestige tersendiri atau pun sekedar ikut2an trend. Yang pasti Aromatherapy semakin memiliki tempat di dalam ranah kehidupan masyakat Indonesia saat ini.

Rupanya fenomena booming Aromatherapy ini dilirik oleh beberapa kalangan pelaku usaha sebagai sebuah peluang untuk menggaet market. Maka muncul lah beberapa produk di pasaran yang meng-atas nama-kan Aromatherapy. Mulai dari parfume, pengharum ruangan sampai obat pembersih lantai. Benar2 sebuah ironi yang entah harus ditangisi atau kah disyukuri.

Saya pun sering kali menjumpai penjual atau bahkan produsen Aromatherapy yang menggunakan fragrance sebagai bahan baku utama produk Aromatherapy nya. Dan bukannya menggunakan Essensial Oil atau Minyak Atsiri. Mungkin bagi mereka yang penting bisa menghasilkan aroma yang sama. Terlepas apakah bisa memberi efek theurapic atau tidak. Sehingga kemudian yang terjadi adalah masyarakat awam menjadi rancu mengenai Aromatherapy dan pengharum ruangan.

Menjumpai hal ini saya menjadi bahagia sekaligus sedih pada saat yang bersamaan. Bahagia karena Aromatherapy semakin memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat kita, namun juga sedih karena telah di-salah persepsi-kan sehingga kesakralan Aromatherapy terancam memudar.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi dengan anda sedikit dari apa yang saya pahami mengenai Aromatherapy. Semoga dapat membawa manfaat bagi anda, utamanya para pecinta dan pelaku usaha Aromatherapy di mana pun anda berada.

Aromatherapy meruapakan gabungan dari kata ‘aroma’ dan ‘therapy’. ‘Aroma’ sendiri yang dimaksud di sini adalah minyak2 aromatis atau yang biasa disebut sebagai Essensial Oil atau Minyak Atsiri dalam istilah Indonesia. Sedangkan ‘therapy’ adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang atau terus menerus untuk mencapai suatu tujuan (kondisi) tertentu. Menilik dari definisi di atas, maka Aromatherapy dapat diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang dilakukan secara berulang untuk mencapai suatu kondisi tertentu yang diinginkan melalui media minyak2 aromatis atau Essensial Oil.

Jadi suatu produk dapat dikatakan sebagai Aromatherapy jika dan hanya jika menggunakan Essesial Oil atau Minyak Atsiri. Dan penggunaannya merupakan therapy untuk mencapai suatu keadaan tertentu, misalnya relaksasi. Dengan demikian maka tidak sembarang zat cair beraroma dapat dikatakan sebagai Aromatherapy.

Nah rekan2, semoga sedikit informasi ini dapat mengatasi kerancuan yang menggelanyuti benak para pecinta Aromatherapy, khususnya anda pembaca setia blog HawwakuSPA. Dan saya harap, anda berkenan untuk membantu saya berbagi informasi ini dengan rekan2 anda. Sehingga kesalahan persepsi mengenai Aromatherapy dapat kita luruskan bersama-sama. Karena jika saya seorang diri, tentu saya tidak dapat melakukan banyak hal. Tetapi jika kita bersama-sama, maka saya yakin, kita (anda dan saya) akan mampu mengembalikan Aromatherapy pada tempat yang semestinya.

Viva Aromatherapy !!

Salam…

BERTEMU ESSENSIAL OIL LOVERS (Bahagianya…)

Bulan Februari lalu, saya mengikuti training minyak atsiri yang diadakan oleh PT. Pavittia Atsiri Indonesia, sebuah perusahaan produsen dan konsultan minyak atsiri di Bogor Jawa Barat. Acara diadakan di Bandung, tepatnya di kawasan Dago. Jadi sekalian bisa refresing.

Tapi bukan itu yang membuat saya bahagia. Yang membuat saya takjub adalah betapa saya telah menemukan orang-orang yang mencintai minyak atsiri alias essensial oil dengan begitu dalam. Mereka bukan hanya sekedar memproduksi minyak2 itu lantaran bisnis semata. Tapi lebih dari itu, mereka mencintai minyak2 itu. Saya melihat mata mereka selalu berbinar jika bicara tentang minyak atsiri. Nada suaranya menampakkan  antusiasme tinggi. Juga body language-nya, menarik sekali.

Dalam hati saya berkata, “Wow… saya menemukan para pecinta.” Dan saya selalu bahagia berada di antara orang2 yang mencintai ’sesuatu’. Serasa saya melihat sebagian jiwa saya melebur bersama jiwa mereka. Karena saya pun mencintai minyak2 itu, saya pun mencintai minyak2 atsiri itu. I Love Essensial Oil… !!

Jika mereka mencintai minyak atsiri dari sisi substansi dan teknisnya, maka saya mencintai minyak atsiri dari sisi lain. Saya mencintai khasiat dan aroma2nya. Saya mencintai beragam reaksi yang akan tercipta dari macam2 ramuan minyak aroma yang tersaji. Hingga saya selalu bilang, bahwa AROMA ITU BERBICARA. Maka dengarkan apa yang mereka katakan. Dengan begitu kita akan mengizinkan mereka membawa kita pada suatu nuansa yang indah. kita akan mampu menikmati ‘lezatnya’ aromatherapy.