Ketika SPA Kehilangan Makna

Coba anda tanya beberapa orang di sekitar anda, “Apa sih SPA itu?”

Saya berani bertaruh sebagian besar akan menjawab “Spa itu ya luluran.” Atau “Spa itu semacem salon untuk perawatan tubuh.” Bisa juga, “Spa adalah proses perawatan tubuh, mulai dari lulur, massage, berendam, relaksasi, pokoknya yang gitu2 deh…”

Saya sedih sekali ketika mendapati jawaban itu. Karena yang saya tanyakan adalah SPA itu apa? Tapi sebagian besar jawaban mereka adalah menjelaskan tentang prosesnya, tempatnya, bahkan ada yang dengan panjang lebar menjelaskan tekniknya, mulai yang tradisional sampai chemical. Sementara makna dari SPA itu sendiri sama sekali tidak disinggung.

Karena itulah, tangan saya menjadi gatal, ingin segera mengetik serangkaian kalimat tentang SPA. Hanya sekedar berbagi secuil yang saya pelajari dan rasakan mengenai SPA.

SPA merupakan singkatan dari SOLUS PER AQUA yang diambil dari bahasa latin dan dapat diterjemahkan sebagai ‘Air Penyembuhan’. AQUA atau ‘Air’ yang dimaksud di sini adalah ‘cairan’. Bisa benar-benar air murni, bisa pula diterjemahkan sebagai ekstrak. Yang mana ‘cairan’ ini dapat membawa efek penyembuhan, terutama secara psikis.

Proses perawatan tubuh dengan metode SPA sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Sang Ratu Cleopatra terkenal sangat suka menggunakan ‘cairan-cairan’ untuk merawat kesehatan dan kecantikannya. Kegiatan berendam adalah ritual wajib bagi beliau. Juga meminum madu yang merupakan zat cair. Memijat tubuh dengan minyak zaitun yang juga merupakan zat cair. Berendam susu dan lain-lain yang juga berupa zat cair.

Namun AQUA yang dimaksud di sini bisa benar-benar berupa air murni. Air ini digunakan sebagai pelarut untuk membantu zat-zat aktif dari beberapa bahan alami dapat merasuk ke pori-pori sehingga mampu memberikan ‘penyembuhan’ yang dalam hal ini dapat diartikan sebagai perbaikan terhadap kondisi diri, baik secara fisik mau pun psikis. Misalnya, kulit yang kering menjadi lembab, wajah yang kusam menjadi cerah, tubuh yang lelah menjadi segar, otot yang tegang menjadi relaks serta emosi menjadi stabil. Dan kesemua prosesnya menggunakan ‘cairan’ atau perantara air. Jadi inti SPA bukanlah tentang lulurnya, massagenya atau bla bla bla-nya. Melainkan ‘cairan’ yang terkandung di dalamnya. Serta zat aktif apa yang dapat dihantarkan oleh perantara air ke dalam tubuh kita.

Sedangkan saat ini, kita bisa jumpai banyak sekali rumah SPA yang mengedepankan unsur chemical, bukannya ekstrak. Jika ada spa yang tetap mempertahankan unsur ekstrak alaminya, maka akan dianggap sebagai spa tradisional yang nota bene berarti kuno, murah dan tidak punya prestis. Akan jauh lebih bergengsi bila bisa ber-spa dengan bahan-bahan chemical yang mahal. Karena dapat menunjukkan status sosialnya. Bukankah begitu fenomena yang terjadi di kota-kota besar saat ini?

Yah… Begitulah. Benar-benar SPA telah kehilangan MAKNAnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: