Kecantikan Yang MERDEKA !

Ini adalah bulan yang istimewa bagi bangsa kita Indonesia. Karena dalam bulan ini, tepatnya pada tanggal 17 Agustus besok merupakan hari paling bersejarah bagi negeri ini, yakni saat-saat diproklamirkannya kemerdekaan negara ini dari belenggu penjajahan bangsa asing.

Melihat antusiasme dan gejolak semangat kemerdekaan di setiap sudut negeri ini, saya jadi tak tahan untuk menuliskan sesuatu mengenai KEMERDEKAAN. Namun kemerdekaan yang ini bukan dalam artian melawan penjajahan bangsa lain. Namun ini tentang ME-MERDEKA-KAN jiwa yang terbelenggu dogma-dogma. Dogma-dogma yang saya maksud di sini lebih terkait dengan perihal ‘Kecantikan’.

Coba anda perhatikan ketika seseorang mendiskripsikan orang lain yang menurut dia ‘cantik’. Biasanya orang akan berkata, “Eh dia cantik lho….. putih, tinggi, langsing. wah pokoknya sempurna.” Secara tidak kita sadari gambaran2 mengenai kecantikan seolah telah di-baku-kan. Yang namanya cantik ya harus tinggi langsing dan putih. Seolah itu adalah definisi valid tentang sesuatu yang bernama ‘Kecantikan”.

Lalu apakah salah ? TIDAK. Tidak ada yang salah dengan deskripsi itu. Seseorang dengan postur tinggi langsing dan putih tentu terlihat lebih enak dipandang mata. Namun saya hanya menjadi khawatir kepada mereka2 yang merasa dirinya tidak terlahir dengan keadaan demikian. Seperti teman saya, badannya pendek dan gendut. kulitnya juga hitam. Sama sekali dia tidak masuk dalam kategori cantik yang seakan telah di-dogma-kan turun-temurun. Karena dia ingin dikatakan cantik, lantas dia melakukan segala cara. Diet super ketat sampai badannya lemas dan sakit maag-nya kambuh. Minum obat peninggi badan super. Juga memakai produk pemutih kulit yang menjanjikan putih dalam 7 minggu atau bahkan dalam 7 hari (seperti di iklan2 TV). Segala cara dilakukan dengan mengorbankan kemerdekaan pribadinya untuk menjadi diri sendiri. Namun….. Dirinya tidak juga menjadi seperti yang diharapkan. Kalau pun berat badannya turun, ketika obat pelangsing dihentikan, beratnya naik lagi. Produk pemutihnya juga suka gonta-ganti kalau dia merasa reaksinya terlalu lambat. Sampai suatu saat dia menulis dalam buku diary-nya bahwa DIA LELAH…… Dia sudah tidak tahan lagi harus menjalani keadaan yang demikian. Lantas dia menyesali kenapa terlahir dengan kondisi ini. Dia frustasi !! Dan dia menjadi rendah diri alias minder dengan keadaan dirinya. Dia tidak suka bergaul dengan teman2nya yang ‘cantik’. Karena dia merasa bukan menjadi bagian dari ‘kecantikan’. Ironis sekali bukan ?

Itu lah yang selalu saya takutkan. Dogma-dogma mengenai ‘KECANTIKAN’ yang entah siapa yang memulai, akan berakibat fatal bagi kepribadian banyak orang. Termasuk teman saya. Dia tidak menyadari bahwa dia telah membiarkan dirinya dijajah oleh dogma2. Kepribadiaanya terbelenggu dan jiwanya terpancung. Selain itu, dia juga membiarkan dirinya semakin dekat dengan berbagai penyakit kronis yang tanpa dia sadari mampu merenggut nyawanya. Betapa tidak, kanker kulit akibat dari penggunaan produk2 whitening kian membludak dari hari ke hari. Berita tentang orang yang mati lemas karena diet terlalu ketat juga kerap kita jumpai di mass media. Hati saya jadi miris……….

Karena itu lah pada moment independent’s day ini saya mengajak rekan2 semua untuk MEMPROKLAMIRKAN DIRI SEBAGAI JIWA YANG MERDEKA. Merdeka dari penjajahan dogma2 mengenai kecantikan yang memasung pribadi kita. Merdeka dari rasa minder. Merdeka dari rasa ingkar terhadap keadaan diri (bukankah kita tercipta dengan keadaan yang terbaik bagi diri kita?). Merdeka dari rasa sakit. Dan akhirnya………….. MERDEKA UNTUK ‘CANTIK SEBAGAI DIRI SENDIRI’.

MERDEKAAA !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: