Aromatherapy VS Aromacology

Satu setengah jam yang lalu adek saya telephone. Dalam struktur organisasi perusahaan HawwakuSPA adek saya yang bernama Rieka itu berperan penting dalam bidang ‘Marketing’ atau pemasaran. Dan sore ini dia baru saja usai bertemu dengan klien untuk membicarakan perihal kerja sama yang akan terjalin antara HawwakuSPA dengan pihak klien kami tersebut.

Sebagaimana dalam setiap sesi presentasi, maka selalu ada pertanyaan yang diajukan kepada kami. Salah satunya adalah mengenai Aromatherapy. Ketika telephone, Rieka bercerita bahwa klien kami menanyakan perihal kandungan dari Aromatherapy Oil yang kami produksi. Beliau seringkali menjumpai produk berlabel Aromatherapy, tetapi isinya bukan essensial oil melainkan fragrance atau parfum yang dicampur alkohol. Biasanya dijual dengan harga berkisar Rp 5.000,- per 4 ml (botol paling kecil). Bahkan beberapa merk Bali bisa menjual dengan harga lebih murah.

Memang bagi kalangan tertentu yang sangat peduli terhadap kualitas produk tentu sangat kecewa, bahkan menganggapnya sebagai penipuan public. Tetapi bagi kalangan tertentu yang lebih mengutamakan harga murah, tentu mereka justru senang dengan adanya Aromatherapy  murah meriah tersebut. Karena mereka tetap dapat mendapatkan sensasi dari aromanya dengan harga yang ringan di kantong.

Melihat kerancuan ini saya akan coba meluruskan. Semoga bermanfaat dan tidak lagi terjadi kerancuan pemahaman…

Sejak berabad-abad lampau nenek moyang kita sering menggunakan minyak-minyak atsiri (essensial oil) dalam segala aktivitas keseharian mereka. Mereka sangat meyakini khasiat dari minyak-minyak itu. Baik dalam hal kesehatan atau pun menggunakannya sebagai pembawa mood, seperti anti-depresi, relaksasi, refreshing, energizing dll.

Kini, setelah berabad-abad kemudian, ketenaran Aromatherapy mencuat kembali. Bahkan telah menjadi sebuah gaya hidup yang cukup punya prestige. Kalangan profesional menggunakannya untuk relaksasi dari tekanan pekerjaan. Bagi yang kerap yoga, seringkali menggunakan aromatherapy ketika melakukan meditasi. Bahkan spa-spa ternama pasti menyediakan layanan ‘Aromatic Massage’ atau pijat dengan minyak aromatherapy. Kebanyakan mereka menggunakan aromatherapy oil tersebut sebatas mengambil manfaat dari aromanya saja, bukan khasiat dari minyak atsirinya sendiri.

Oleh karena itu saat ini di luar negeri, khususnya Eropa yang sangat penyuka aroma, berkembang suatu konsep yang disebut ‘AROMACOLOGY’. Yakni pemanfaatan aroma sebagai pembawa mood. Dan aroma yang digunakan tidak harus dari minyak atsiri murni (essensial oil). Dihalalkan juga penggunaan fragrance atau parfum dengan ‘single aroma’ sebagai media. Single aroma yang dimaksud misalnya aroma jasmine saja, lavender, green tea, rose dll. Bukan yang sudah dicampur aroma-aromanya sehingga menghasilkan suatu aroma baru serupa parfum.

Sehingga fenomena yang terjadi saat ini di dalam market aromatherapy semestinya bukanlah penipuan public semata-mata. Melainkan terjadi peralihan ke arah konsep Aromacology. Hanya saja belum banyak orang yang memahami mengenai konsep ini, sekali pun dia sendiri adalah pengusaha di bidang Aromatherapy. Tentu saja peralihan itu terkait dengan daya beli sebagian besar masyarakat kita. Karena saya yakin mereka cukup berat jika untuk mendapatkan sensasi aroma saja harus menguras kantong hingga ratusan ribu rupiah hanya demi membeli 10 ml essensial oil murni. Sekedar informasi bagi anda, harga per liter minyak atsiri bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Tetapi di sisi lain, bagi mereka yang membutuhkan efek theurapic-nya, tetap dapat menggunakan essensial oil murni. Ramuan atau racikan dari minyak-minyak murni itu memang memiliki khasiat. Seperti produk ‘foot scrub’ HawwakuSPA yang mengandung tea tree oil, peppermint dan lemon. Yang digunakan adalah essensial oil bukan fragrance. Karena manfaat yang ingin didapatkan bukan hanya dari sisi aromanya saja, melainkan efek theurapic-nya bagi kesehatan kaki.

Nah, demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan untuk anda rekan-rekan setia HawwakuSPA. Semoga membawa berkah dan manfaat, utamanya bagi rekan-rekan pelaku bisnis Aromatherapy yang mungkin belum mengetahui mengenai konsep ini.

Salam,

Miedha Kurnia

2 Comments

  1. lady spa said,

    November 7, 2008 at 8:37 am

    thanks for share ya mba’ Meidha…🙂

  2. HawwakuSpa said,

    November 13, 2008 at 6:37 am

    Your Welcome Lady Spa…
    Senang bisa berbagi dengan kalian🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: