Salah Kaprah AROMATHERAPY

Beberapa waktu belakangan ini Aromatherapy memang sedang naik daun. Penggunaannya mulai dikenal luas dan semakin banyak dicintai. Entah karena Aromatherapy dinilai punya prestige tersendiri atau pun sekedar ikut2an trend. Yang pasti Aromatherapy semakin memiliki tempat di dalam ranah kehidupan masyakat Indonesia saat ini.

Rupanya fenomena booming Aromatherapy ini dilirik oleh beberapa kalangan pelaku usaha sebagai sebuah peluang untuk menggaet market. Maka muncul lah beberapa produk di pasaran yang meng-atas nama-kan Aromatherapy. Mulai dari parfume, pengharum ruangan sampai obat pembersih lantai. Benar2 sebuah ironi yang entah harus ditangisi atau kah disyukuri.

Saya pun sering kali menjumpai penjual atau bahkan produsen Aromatherapy yang menggunakan fragrance sebagai bahan baku utama produk Aromatherapy nya. Dan bukannya menggunakan Essensial Oil atau Minyak Atsiri. Mungkin bagi mereka yang penting bisa menghasilkan aroma yang sama. Terlepas apakah bisa memberi efek theurapic atau tidak. Sehingga kemudian yang terjadi adalah masyarakat awam menjadi rancu mengenai Aromatherapy dan pengharum ruangan.

Menjumpai hal ini saya menjadi bahagia sekaligus sedih pada saat yang bersamaan. Bahagia karena Aromatherapy semakin memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat kita, namun juga sedih karena telah di-salah persepsi-kan sehingga kesakralan Aromatherapy terancam memudar.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, izinkan saya berbagi dengan anda sedikit dari apa yang saya pahami mengenai Aromatherapy. Semoga dapat membawa manfaat bagi anda, utamanya para pecinta dan pelaku usaha Aromatherapy di mana pun anda berada.

Aromatherapy meruapakan gabungan dari kata ‘aroma’ dan ‘therapy’. ‘Aroma’ sendiri yang dimaksud di sini adalah minyak2 aromatis atau yang biasa disebut sebagai Essensial Oil atau Minyak Atsiri dalam istilah Indonesia. Sedangkan ‘therapy’ adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang atau terus menerus untuk mencapai suatu tujuan (kondisi) tertentu. Menilik dari definisi di atas, maka Aromatherapy dapat diartikan sebagai suatu bentuk kegiatan yang dilakukan secara berulang untuk mencapai suatu kondisi tertentu yang diinginkan melalui media minyak2 aromatis atau Essensial Oil.

Jadi suatu produk dapat dikatakan sebagai Aromatherapy jika dan hanya jika menggunakan Essesial Oil atau Minyak Atsiri. Dan penggunaannya merupakan therapy untuk mencapai suatu keadaan tertentu, misalnya relaksasi. Dengan demikian maka tidak sembarang zat cair beraroma dapat dikatakan sebagai Aromatherapy.

Nah rekan2, semoga sedikit informasi ini dapat mengatasi kerancuan yang menggelanyuti benak para pecinta Aromatherapy, khususnya anda pembaca setia blog HawwakuSPA. Dan saya harap, anda berkenan untuk membantu saya berbagi informasi ini dengan rekan2 anda. Sehingga kesalahan persepsi mengenai Aromatherapy dapat kita luruskan bersama-sama. Karena jika saya seorang diri, tentu saya tidak dapat melakukan banyak hal. Tetapi jika kita bersama-sama, maka saya yakin, kita (anda dan saya) akan mampu mengembalikan Aromatherapy pada tempat yang semestinya.

Viva Aromatherapy !!

Salam…

Advertisements

MEMBUAT LULUR SERBUK DARI EKSTRAKSI

Pada kesempatan lalu ketika saya menulis mengenai Resep Lulur Alami : Susu + Tomat, seorang rekan bertanya mengenai cara membuat lulur serbuk dari ekstrak tanaman. Saya rasa memang penting untuk mengetahui ini agar kita bisa membuat lulur alami yang bisa tahan lebih lama. Bahkan bisa dikomersilkan alias dijual.

Namun perlu diperhatikan mengenai ekstrak yang akan digunakan. Apakah itu merupakan ekstrak produksi pabrikan, atau mengekstraksi sendiri secara tradisional. Jika ekstraknya adalah hasil ekstraksi pabrikan, maka biasanya akan lebih tahan lama, karena diproses dengan menggunakan mesin ekstraktor. Sehingga yang dihasilkan murni ekstraknya saja. Sementara kalau anda mengekstraksi secara tradisional, resikonya adalah lulur yang dihasilkan lebih rentan terhadap jamur. Karena ekstrak yang dihasilkan masih mengandung air cukup tinggi sehingga tingkat kelembabannya pun relatif tinggi. Namun jangan khawatir, hal itu bisa disiasati.

Berikut adalah cara membuat lulur secara tradisional :

Pertama, siapkan bahan (tumbuhan, akar, buah, batang, rempah dll) yang akan diekstraksi. Taruh ke dalam sebuah wadah tahan panas, tuangkan air secukupnya lalu tutup rapat. Panaskan dengan api kecil, jaga jangan sampai terlalu mendidih, tunggu sampai menguap hingga tinggal setengahnya. Biarkan sampai setengah dingin lalu disaring.

Kedua, agar mudah mengaplikasikannya nanti, maka gunakan tepung-tepungan  untuk melengketkan ekstraknya. Biasanya saya menggunakan tepung beras dan tepung jagung. Karena zat patinya sangat bagus untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya, campurlah ekstrak yang telah disaring tadi dengan tepung beras dan tepung jagung secukupnya. Lumat-lumatkan hingga benar-benar tercampur merata.

Ketiga, jemurlah campuran tepung dan ekstrak tadi di bawah terik matahari hingga kering. Untuk membunuh bakteri yang mungkin tersisa, maka oven lah dengan suhu 50 derajat celcius sekitar 10 menit. Setelah itu biasanya adonan akan menggumpal. Karena itu harus dihancurkan hingga menjadi serbuk. Kemudian disangrai agar benarbenar kering, Dan terakhir diayak untuk mendapatkan serbuk yang halus.

Jika anda bisa memastikan hasilnya kering sempurna, maka lulur ini mampu bertahan 2 sampai 3 bulan. Tetapi jika ingin dikomersilkan, agar tahan lama maka harus ditambahkan zat pengawet seperti Anti-Cacking Agent (ACA) yang berfungsi menghambat terjadinya penggumpalan. Lebih aman lagi bila disertai silika gel dalam kantung kecil. Ini akan membuat lulur mampu bertahan hingga satu tahun. Anda bisa membelinya di toko-toko kimia terdekat. Jika kebetulan anda berada di surabaya, anda bisa membelinya di toko BrataChem di jl. Tidar atau di toko Tanjung jl. Bongkaran yang juga menjual wadah-wadah kemasan kosmetik.

Demikianlah cara membuat lulur serbuk yang selama ini saya lakukan. Satu hal yang harus benar-benar diperhatikan adalah hasil akhir lulurnya HARUS BENAR-BENAR KERING sempurna agar tidak mudah berjamur.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba !

Aromatherapy VS Aromacology

Satu setengah jam yang lalu adek saya telephone. Dalam struktur organisasi perusahaan HawwakuSPA adek saya yang bernama Rieka itu berperan penting dalam bidang ‘Marketing’ atau pemasaran. Dan sore ini dia baru saja usai bertemu dengan klien untuk membicarakan perihal kerja sama yang akan terjalin antara HawwakuSPA dengan pihak klien kami tersebut.

Sebagaimana dalam setiap sesi presentasi, maka selalu ada pertanyaan yang diajukan kepada kami. Salah satunya adalah mengenai Aromatherapy. Ketika telephone, Rieka bercerita bahwa klien kami menanyakan perihal kandungan dari Aromatherapy Oil yang kami produksi. Beliau seringkali menjumpai produk berlabel Aromatherapy, tetapi isinya bukan essensial oil melainkan fragrance atau parfum yang dicampur alkohol. Biasanya dijual dengan harga berkisar Rp 5.000,- per 4 ml (botol paling kecil). Bahkan beberapa merk Bali bisa menjual dengan harga lebih murah.

Memang bagi kalangan tertentu yang sangat peduli terhadap kualitas produk tentu sangat kecewa, bahkan menganggapnya sebagai penipuan public. Tetapi bagi kalangan tertentu yang lebih mengutamakan harga murah, tentu mereka justru senang dengan adanya Aromatherapy  murah meriah tersebut. Karena mereka tetap dapat mendapatkan sensasi dari aromanya dengan harga yang ringan di kantong.

Melihat kerancuan ini saya akan coba meluruskan. Semoga bermanfaat dan tidak lagi terjadi kerancuan pemahaman…

Sejak berabad-abad lampau nenek moyang kita sering menggunakan minyak-minyak atsiri (essensial oil) dalam segala aktivitas keseharian mereka. Mereka sangat meyakini khasiat dari minyak-minyak itu. Baik dalam hal kesehatan atau pun menggunakannya sebagai pembawa mood, seperti anti-depresi, relaksasi, refreshing, energizing dll.

Kini, setelah berabad-abad kemudian, ketenaran Aromatherapy mencuat kembali. Bahkan telah menjadi sebuah gaya hidup yang cukup punya prestige. Kalangan profesional menggunakannya untuk relaksasi dari tekanan pekerjaan. Bagi yang kerap yoga, seringkali menggunakan aromatherapy ketika melakukan meditasi. Bahkan spa-spa ternama pasti menyediakan layanan ‘Aromatic Massage’ atau pijat dengan minyak aromatherapy. Kebanyakan mereka menggunakan aromatherapy oil tersebut sebatas mengambil manfaat dari aromanya saja, bukan khasiat dari minyak atsirinya sendiri.

Oleh karena itu saat ini di luar negeri, khususnya Eropa yang sangat penyuka aroma, berkembang suatu konsep yang disebut ‘AROMACOLOGY’. Yakni pemanfaatan aroma sebagai pembawa mood. Dan aroma yang digunakan tidak harus dari minyak atsiri murni (essensial oil). Dihalalkan juga penggunaan fragrance atau parfum dengan ‘single aroma’ sebagai media. Single aroma yang dimaksud misalnya aroma jasmine saja, lavender, green tea, rose dll. Bukan yang sudah dicampur aroma-aromanya sehingga menghasilkan suatu aroma baru serupa parfum.

Sehingga fenomena yang terjadi saat ini di dalam market aromatherapy semestinya bukanlah penipuan public semata-mata. Melainkan terjadi peralihan ke arah konsep Aromacology. Hanya saja belum banyak orang yang memahami mengenai konsep ini, sekali pun dia sendiri adalah pengusaha di bidang Aromatherapy. Tentu saja peralihan itu terkait dengan daya beli sebagian besar masyarakat kita. Karena saya yakin mereka cukup berat jika untuk mendapatkan sensasi aroma saja harus menguras kantong hingga ratusan ribu rupiah hanya demi membeli 10 ml essensial oil murni. Sekedar informasi bagi anda, harga per liter minyak atsiri bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Tetapi di sisi lain, bagi mereka yang membutuhkan efek theurapic-nya, tetap dapat menggunakan essensial oil murni. Ramuan atau racikan dari minyak-minyak murni itu memang memiliki khasiat. Seperti produk ‘foot scrub’ HawwakuSPA yang mengandung tea tree oil, peppermint dan lemon. Yang digunakan adalah essensial oil bukan fragrance. Karena manfaat yang ingin didapatkan bukan hanya dari sisi aromanya saja, melainkan efek theurapic-nya bagi kesehatan kaki.

Nah, demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan untuk anda rekan-rekan setia HawwakuSPA. Semoga membawa berkah dan manfaat, utamanya bagi rekan-rekan pelaku bisnis Aromatherapy yang mungkin belum mengetahui mengenai konsep ini.

Salam,

Miedha Kurnia

SEPEKAN DI JAKARTA

Bulan lalu tepatnya tanggal 18 – 21 September 2008 HawwakuSPA ditunjuk oleh Dinas koperasi Jawa Timur untuk menjadi salah satu perwakilan UKM Jatim dalam ajang PAMERAN INDOCRAFT di JCC Kemayoran Jakarta Pusat.

2 hari sebelum event dimulai saya sudah tiba di sana. Dan baru pulang sehari setelah event berakhir. Total selama 6 hari saya di Jakarta. Dan dalam kurun waktu itu saya mengamati dan belajar banyak hal.

Saya membawa beberapa varian aromatherapy untuk berbagai fungsi, seperti relaksasi, energizing, passion dll. Dari setiap customer yang singgah untuk membeli aromatherapy oil, saya selalu menanyakan mau mencari yang fungsinya apa. Sebagian besar, mungkin sekitar 60%, mencari aromatherapy untuk ‘Relaksasi’. Sekitar 30% untuk ‘Passion’. Sementara sisanya sekitar 20% adalah fungsi-fungsi yang lain. Dan mereka umumnya adalah kalangan pekerja profesional. Dari sana saya mencoba menyimpulkan bahwa tampaknya tingkat stress yang tinggi telah membuat banyak kalangan profesional telah menjadikan efek relaksasi semacam ‘candu’ bagi mereka. Bagaimana tidak, ketenangan batin dan pikiran ini kini dicari-cari. Saya merasakan ada setetes kebahagiaan karena dapat turut andil dalam memenuhi kebutuhan mereka akan ‘ketenangan batin dan pikiran’. Daripada harus dilampiaskan pada hal-hal negatif, seperti dugem, narkoba atau pun miras. Bukankah jauh lebih baik jika ketenangan itu kita ciptakan melalui efek aromatharapy.

Untuk itu rekan-rekan, anda juga dapat membantu orang-orang di sekitar anda. Berbahagialah jika saat ini anda telah memiliki usaha yang berhubungan dengan relaksasi. Mungkin anda punya spa and healthy centre, refleksi massage atau pun sekedar berjualan aromatherapy. Sebenarnya tanpa anda sadari, anda telah mengajak orang lain hidup lebih sehat dan tenang tanpa harus lari kepada hal-hal terlarang.

Perasaan bahagia itulah yang membuat sepekan saya di Jakarta menyisakan kesan tersendiri dalam benak saya. Rasanya segala rasa lelah terbayar sudah. Saya bersyukur telah dipercaya Tuhan untuk bisnis ini.

Kecantikan Yang MERDEKA !

Ini adalah bulan yang istimewa bagi bangsa kita Indonesia. Karena dalam bulan ini, tepatnya pada tanggal 17 Agustus besok merupakan hari paling bersejarah bagi negeri ini, yakni saat-saat diproklamirkannya kemerdekaan negara ini dari belenggu penjajahan bangsa asing.

Melihat antusiasme dan gejolak semangat kemerdekaan di setiap sudut negeri ini, saya jadi tak tahan untuk menuliskan sesuatu mengenai KEMERDEKAAN. Namun kemerdekaan yang ini bukan dalam artian melawan penjajahan bangsa lain. Namun ini tentang ME-MERDEKA-KAN jiwa yang terbelenggu dogma-dogma. Dogma-dogma yang saya maksud di sini lebih terkait dengan perihal ‘Kecantikan’.

Coba anda perhatikan ketika seseorang mendiskripsikan orang lain yang menurut dia ‘cantik’. Biasanya orang akan berkata, “Eh dia cantik lho….. putih, tinggi, langsing. wah pokoknya sempurna.” Secara tidak kita sadari gambaran2 mengenai kecantikan seolah telah di-baku-kan. Yang namanya cantik ya harus tinggi langsing dan putih. Seolah itu adalah definisi valid tentang sesuatu yang bernama ‘Kecantikan”.

Lalu apakah salah ? TIDAK. Tidak ada yang salah dengan deskripsi itu. Seseorang dengan postur tinggi langsing dan putih tentu terlihat lebih enak dipandang mata. Namun saya hanya menjadi khawatir kepada mereka2 yang merasa dirinya tidak terlahir dengan keadaan demikian. Seperti teman saya, badannya pendek dan gendut. kulitnya juga hitam. Sama sekali dia tidak masuk dalam kategori cantik yang seakan telah di-dogma-kan turun-temurun. Karena dia ingin dikatakan cantik, lantas dia melakukan segala cara. Diet super ketat sampai badannya lemas dan sakit maag-nya kambuh. Minum obat peninggi badan super. Juga memakai produk pemutih kulit yang menjanjikan putih dalam 7 minggu atau bahkan dalam 7 hari (seperti di iklan2 TV). Segala cara dilakukan dengan mengorbankan kemerdekaan pribadinya untuk menjadi diri sendiri. Namun….. Dirinya tidak juga menjadi seperti yang diharapkan. Kalau pun berat badannya turun, ketika obat pelangsing dihentikan, beratnya naik lagi. Produk pemutihnya juga suka gonta-ganti kalau dia merasa reaksinya terlalu lambat. Sampai suatu saat dia menulis dalam buku diary-nya bahwa DIA LELAH…… Dia sudah tidak tahan lagi harus menjalani keadaan yang demikian. Lantas dia menyesali kenapa terlahir dengan kondisi ini. Dia frustasi !! Dan dia menjadi rendah diri alias minder dengan keadaan dirinya. Dia tidak suka bergaul dengan teman2nya yang ‘cantik’. Karena dia merasa bukan menjadi bagian dari ‘kecantikan’. Ironis sekali bukan ?

Itu lah yang selalu saya takutkan. Dogma-dogma mengenai ‘KECANTIKAN’ yang entah siapa yang memulai, akan berakibat fatal bagi kepribadian banyak orang. Termasuk teman saya. Dia tidak menyadari bahwa dia telah membiarkan dirinya dijajah oleh dogma2. Kepribadiaanya terbelenggu dan jiwanya terpancung. Selain itu, dia juga membiarkan dirinya semakin dekat dengan berbagai penyakit kronis yang tanpa dia sadari mampu merenggut nyawanya. Betapa tidak, kanker kulit akibat dari penggunaan produk2 whitening kian membludak dari hari ke hari. Berita tentang orang yang mati lemas karena diet terlalu ketat juga kerap kita jumpai di mass media. Hati saya jadi miris……….

Karena itu lah pada moment independent’s day ini saya mengajak rekan2 semua untuk MEMPROKLAMIRKAN DIRI SEBAGAI JIWA YANG MERDEKA. Merdeka dari penjajahan dogma2 mengenai kecantikan yang memasung pribadi kita. Merdeka dari rasa minder. Merdeka dari rasa ingkar terhadap keadaan diri (bukankah kita tercipta dengan keadaan yang terbaik bagi diri kita?). Merdeka dari rasa sakit. Dan akhirnya………….. MERDEKA UNTUK ‘CANTIK SEBAGAI DIRI SENDIRI’.

MERDEKAAA !!!

Ketika SPA Kehilangan Makna

Coba anda tanya beberapa orang di sekitar anda, “Apa sih SPA itu?”

Saya berani bertaruh sebagian besar akan menjawab “Spa itu ya luluran.” Atau “Spa itu semacem salon untuk perawatan tubuh.” Bisa juga, “Spa adalah proses perawatan tubuh, mulai dari lulur, massage, berendam, relaksasi, pokoknya yang gitu2 deh…”

Saya sedih sekali ketika mendapati jawaban itu. Karena yang saya tanyakan adalah SPA itu apa? Tapi sebagian besar jawaban mereka adalah menjelaskan tentang prosesnya, tempatnya, bahkan ada yang dengan panjang lebar menjelaskan tekniknya, mulai yang tradisional sampai chemical. Sementara makna dari SPA itu sendiri sama sekali tidak disinggung.

Karena itulah, tangan saya menjadi gatal, ingin segera mengetik serangkaian kalimat tentang SPA. Hanya sekedar berbagi secuil yang saya pelajari dan rasakan mengenai SPA.

SPA merupakan singkatan dari SOLUS PER AQUA yang diambil dari bahasa latin dan dapat diterjemahkan sebagai ‘Air Penyembuhan’. AQUA atau ‘Air’ yang dimaksud di sini adalah ‘cairan’. Bisa benar-benar air murni, bisa pula diterjemahkan sebagai ekstrak. Yang mana ‘cairan’ ini dapat membawa efek penyembuhan, terutama secara psikis.

Proses perawatan tubuh dengan metode SPA sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Sang Ratu Cleopatra terkenal sangat suka menggunakan ‘cairan-cairan’ untuk merawat kesehatan dan kecantikannya. Kegiatan berendam adalah ritual wajib bagi beliau. Juga meminum madu yang merupakan zat cair. Memijat tubuh dengan minyak zaitun yang juga merupakan zat cair. Berendam susu dan lain-lain yang juga berupa zat cair.

Namun AQUA yang dimaksud di sini bisa benar-benar berupa air murni. Air ini digunakan sebagai pelarut untuk membantu zat-zat aktif dari beberapa bahan alami dapat merasuk ke pori-pori sehingga mampu memberikan ‘penyembuhan’ yang dalam hal ini dapat diartikan sebagai perbaikan terhadap kondisi diri, baik secara fisik mau pun psikis. Misalnya, kulit yang kering menjadi lembab, wajah yang kusam menjadi cerah, tubuh yang lelah menjadi segar, otot yang tegang menjadi relaks serta emosi menjadi stabil. Dan kesemua prosesnya menggunakan ‘cairan’ atau perantara air. Jadi inti SPA bukanlah tentang lulurnya, massagenya atau bla bla bla-nya. Melainkan ‘cairan’ yang terkandung di dalamnya. Serta zat aktif apa yang dapat dihantarkan oleh perantara air ke dalam tubuh kita.

Sedangkan saat ini, kita bisa jumpai banyak sekali rumah SPA yang mengedepankan unsur chemical, bukannya ekstrak. Jika ada spa yang tetap mempertahankan unsur ekstrak alaminya, maka akan dianggap sebagai spa tradisional yang nota bene berarti kuno, murah dan tidak punya prestis. Akan jauh lebih bergengsi bila bisa ber-spa dengan bahan-bahan chemical yang mahal. Karena dapat menunjukkan status sosialnya. Bukankah begitu fenomena yang terjadi di kota-kota besar saat ini?

Yah… Begitulah. Benar-benar SPA telah kehilangan MAKNAnya.

Stop Produk Pemutih Kulit !

Sejak beberapa dekade yang lalu, dunia kecantikan sibuk mempropagandakan produk pemutih kulit. Paradigma mengenai kecantikan cenderung diidentikkan dengan kulit yang putih. Akibatnya para wanita gencar berburu produk pemutih kulit.

Padahal tahukah anda cara kerja produk-produk tersebut terhadap kulit kita ?

Produk pemutih yang menjanjikan putih dengan cepat (instan) sistem kerjanya adalah ‘bleaching’ atau pengelupasan. Memang, mengelupas sel-sel kulit mati adalah sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Agar terjadi regenerasi sel dan tidak menutupi pori-porinya. Namun, jika lapisan kulit ari terus menerus dikelupas yang terjadi justru membahayakan. Mengapa demikian ?

Kita yang hidup di daerah tropis setiap hari mendapat sengatan sinar matahari yang cukup banyak. Padahal terdapat sinar UV atau Ultra Violet di dalam sinar matahari. Sinar UV adalah musuh utama kecantikan. Karena pengaruh sinar UV pada kulit adalah mampu mematikan sel-sel kulit dan menyebabkan DNA tidak berfungsi dengan baik, sehingga menimbulkan warna kulit tidak sama (vlek hitam), kerut dan tekstur kulit tidak merata. Bahkan bisa berujung pada timbulnya penyakit kanker kulit.

Sementara itu, warna kulit warga daerah tropis cenderung mengarah pada warna kuning langsat, coklat muda atau sawo matang, bahkan agak hitam. Hal itu adalah sebagai implikasi dari banyaknya jumlah sel melanosit (baca melanin) yang dihasilkan oleh kulit kita. Dan itu sangat penting. Karena fungsinya adalah sebagai tameng kulit kita terhadap serangan sinar UV. Jika melanin itu dihambat produktifitasnya atau bahkan dirusak sel-selnya, maka yang akan terjadi adalah kulit kita kehilangan perlindungan dari bahaya sinar UV yang merusak. Oleh karenanya, setiap produk pemutih kulit selalu disertai larangan untuk terpapar sinar matahari langsung. Benar bukan ?

Lalu pertanyaannya sekarang, apakah sesuatu yang membahayakan kesehatan dan kecantikan alami kulit kita layak untuk diperjuangkan? Haruskah kita membuang uang untuk produk bleaching, suntik pemutih atau whitening injection, bahkan sampai operasi plastik? Padahal kita tahu persis bahayanya!

Sebenarnya yang terpenting adalah kita merawat kulit dengan menjaga kebersihannya, memberi asupan nutrisi baik dari dalam yakni pemenuhan gizi melalui makanan & minuman, serta dari luar dengan lulur, masker dan produk perawatan kulit yang mengandung tabir surya.

Karena itulah HawwakuSpa mengajak anda untuk….. ‘CANTIKLAH SEBAGAI DIRIMU’.

Apa pun jenis dan warna kulit anda, jangan pernah berusaha mengubahnya. Kita hanya perlu merawatnya. Dan lihatlah kecantikan alaminya akan terpancar !

baca juga artikel yang berhubungan : http://www.hawwakuspa.info/?p=9

MENGENAL JENIS KULIT

 

Kulit merupakan organ tubuh terluar yang kita miliki. Yang membatasi organ tubuh kita dengan dunia luar. Yang melindunginya dari gangguan factor eksternal tubuh kita. Karenanya peranan kulit sangatlah penting. Dan menjadi sebuah keharusan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Namun untuk melakukan perawatan terhadap kulit kita, maka terlabih dahulu kita harus mengenal jenis kulit kita. Karena penanganan terhadap setiap jenis kulit tidak bisa disama ratakan. Setiap jenis kulit memiliki kebutuhannya masing-masing. Yang tentu saja sangat berlainan satu sama lain.

Ada beberapa jenis kulit yang umum kita kenal. Yakni : jenis kulit kering, kulit berminyak, kulit kombinasi, kulit sensitif dan kulit normal. Sekali pun jenis kulit yang kita miliki erat kaitannya dengan factor genetic, namun bisa juga keadaan kulit kita tersebut terjadi akibat penanganan yang kurang tepat. Misalnya, jenis kulit kering yang dikarenakan terlalu sering menggunakan sabun antiseptic.

Kulit Kering
Kulit kering biasanya dimiliki oleh mereka yang memiliki bakat alergi. Dengan gejala yang sering tampak adalah : kulit tampak kusam karena sering mengalami dehidrasi kulit; jika digores akan tampak bekas putih yang menandakan kulit bersisik; terkadang pada sebagian orang akan terlihat ada belang putih dan coklat; serta cepat timbul garis-garis keriput.

Kulit Berminyak
Jenis kulit ini biasanya memiliki pori-pori kulit yang besar-besar seperti kulit jeruk. Sehingga minyak kulit kita menjadi mudah keluar. Membuat kulit kelihatan lengket dan riasan mudah luntur. Jika kulit tidak senantiasa bersih, maka akan menimbulkan jerawat.

Gejala yang dapat dikenali adalah : kulit terasa sangat lengket; tampak begitu berminyak; adanya banyak komedo (bisa sampai menghitam); timbul jerawat bernanah sebagai akibat jerawat sering dipencet; serta nampak noda kecoklatan di dalam kulit akibat pigmen yang tertimbun di lapisan kulit jangat.

Kulit Kombinasi
Secara umum dapat dilihat bahwa jenis kulit ini tampaknya lembut dan tidak keriput. Namun di daerah T, yaitu sekitar dahi-hidung-dagu akan terlihat sedikit berminyak. Terkadang muncul jerawat atau komedo yang berupa bintil putih di dagu dan bintil hitam di hidung.. Pori-pori juga agak besar.

Kulit Sensitif
Jenis kulit ini sangat peka terhadap rangsangan factor luar. Misalnya perubahan cuaca bisa mengakibatkan kulitnya pecah-pecah, memerah dan perih. Kesalahan penggunaan kosmetik akan memperparah kondisi kulit tersebut. Biasanya jenis kulit ini memang telah memiliki riwayat alergi.

Kulit Normal
Merupakan dambaan setiap orang memiliki jenis kulit normal dan tidak bermasalah. Keadaan kulit dengan jenis ini sangat ideal, tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak pula. Pori-porinya halus, tampak begitu lembut dan kenyal. Tanpa riasan sekali pun, kulit ini sudah terlihat indah.

Nah, dari sekian jenis kulit di atas, manakah yang paling mendekati dengan keadaan jenis kulit anda ?

Bisnis Spa

Peluang bisnis abad ini! Melihat makin maraknya tren gaya hidup sehat saat ini, bisnis spa merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk digeluti. Bukan hanya secara profit yang pastinya sangat menggiurkan. Tapi lebih dari itu adalah sebagai suatu bentuk kepedulian kita terhadap kebersihan diri dan kesehatan maupun nilai estetika diri. Dengan kita memasarkan produk-produk spa berkualitas, aman, efektif dan tentu saja punya nilai tambah terhadap kesehatan, maka itu berarti kita juga turut mensosialisasikan tentang pentingnya melindungi diri dari bahaya penyakit sistemik akibat dari berbagai polutan yang menyinggahi kulit kita setiap hari.

Dengan dasar itulah HawwakuSpa mengajak anda untuk menjadi lebih peduli terhadap sesama dengan sosialisasi kesehatan kulit dan tubuh melalui berbagai produk dari HawwakuSpa. Dengan menjadi reseller produk-produk HawwakuSpa, anda telah menjadi bagian dari visi kami, yaitu SEHAT KULIT, MAKA SEHATLAH TUBUH DAN SEHATLAH JIWA. Karena produk-produk HawwakuSpa mengutamakan segi kesehatan dalam setiap item produknya.

Untuk anda lebih mengenal HawwakuSpa, silakan anda klik bagian ‘About Us’. Untuk menghubungi kami, anda bisa langsung klik ‘Contact Us’.Dan untuk menjadi agen atau distributorproduk-produk HawwakuSpa, silakan klik pada bagian ‘Reseller’.

terima kasih

MANFAAT LULUR

Luluran dengan produk lulur alami merupakan kegiatan perawatan tubuh yang sangat penting saat ini. Ketika lingkungan kita telah disesaki oleh berbagai polutan berbahaya. Angin yang setiap hari menerpa wajah, rambut dan tubuh kita, tanpa disadari telah membawa berbagai jenis zat kimia, termasuk berbagai jenis logam berat serta karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi kesehatan kulit.Segala polutan yang beredar di sekeliling kita sebagai efek samping dari kemajuan teknologi dan industri hendaknya ditangkal sedari awal. Dalam hal ini adalah kita melindungi kulit tubuh dengan menggunakan produk-produk perawatan tubuh yang bukan hanya sekedar melembutkan, namun juga harus mampu melakukan detoksifikasi terhadap zat-zat beracun yang menempel setiap hari pada kulit tubuh kita.Untuk itu melakukan perawatan lulur kini telah menjadi sebuah kebutuhan. Bukan hanya sekedar tren atau ikut-ikutan. Karena lulur telah terbukti sangat bermanfaat dalam merawat kulit tubuh kita. Menjaga kelembutannya. Serta menghilangkan segala radikal bebas yang menempel di kulit.

Selain untuk membersihkan kulit, zat aktif yang terkandung di dalam lulur alami juga memiliki banyak khasiat. Misalnya, LULUR SUSU yang dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam, utamanya bagi kulit yang cenderung sangat kering. Atau LULUR COKLAT yang ternyata ampuh untuk menghaluskan segala jenis kulit. Bahkan menjadikan kulit bening bercahaya. Juga ada LULUR KETAN HITAM yang akan mengikis sel-sel kulit mati secara aman. Sehingga kulit menjadi cerah serta tampak eksotik. Dan masih banyak lagi khasiat lulur dari berbagai jenis zat aktif yang lain. Hal itu akan kami bahas tersendiri secara lebih mendetail pada bagian yang lain.

Kini yang terpenting, jadikan lulur sebagai bagian dari kehidupan kita. Untuk kita membersihkan dan merawat kulit. Karena berlulur sama pentingnya seperti mandi dan gosok gigi.